Never
Belived
By: Michelle
Angel Lee
Bunyi tekanan
spasi di keyboard semakin terdengar kencang dari kamar disebelah kiri tangga
itu hingga akhirnya terdengar suara kesal. “Ughhh!! Aku benci permainan ini!
Permainan bodoh macam ini seharusnya sudah menjadi sampah!” Angel mengomel dengan kesalnya. Ya.. Angel
memang anak seorang pengusaha kaya raya di kotanya tersebut. Sudah menjadi hal
biasa bila Angel merendahkan orang-orang yang dianggapnya ‘tidak selevel’
dengannya. Angel sebenarnya anak yang baik tetapi karena terlalu dimanjakan
oleh harta kekayaan orang tuanya sehingga membuat dia menjadi begini.
Tiba-tiba
terdengar suara ketukan pintu kamar Angel. “Permisi, Non dipanggil sama bapak
dan ibu di ruang makan... Katanya ada yang mau dibicarakan” Kata Bik Sari. Bik
Sari adalah orang yang mengasuh Angel semenjak dia lahir. Bila Mom atau Dad
sedang tidak di rumah, dia lah yang menemani Angel tiap hari. Oleh karena itu
Angel telah menganggapnya sebagai orangtuanya juga. Dengan kesalnya, Angel pun
segera turun ke ruang makan menemui kedua orang tuanya tersebut.
“Hai Mom, Hai
Dad” Kata Angel ketika menemui orang tuanya tersebut. Muka Angel sangatlah
kusut sehingga Mom dan Dad bingung apa yang terjadi kepada anak gadis
satu-satunya ini.
“Hai dear.. Ada apa dengan harimu
sayang? Mengapa mukamu seperti itu?” Mom berkata sambil meminum air yang baru
saja dituangkan oleh Bik Sari.
“Nothing Mom.. I just feel annoyed”
Angel menjawab sambil mengeluh panjang. Lalu Angel mulai menyantap makan
malamnya tersebut dengan lahap. Entah karena apa Angel menjadi lupa akan
kekesalannya tersebut.
Sebenarnya
maksud Mom dan Dad memanggilnya adalah untuk membicarakan masalah perjodohan
antara Angel dengan anak rekan kerja Dad. Tapi karena pada saat dipangil tadi
Angel sedang kesal maka Mom dan Dad memutuskan untuk membicarakannya lain
waktu. Karena kemungkinan besar Angel akan menolak perjodohan ini. Mom dan Dad
pun masih berpikir bagaimana cara agar Angel mau menerima perjodohan ini.
Karena memang antara Angel dengan anak rekan kerja Dad itu.
Sebaliknya, Alasan Angel bermain
game tersebut adalah karena diam-diam ia menyimpan rasa suka terhadap lawan
mainnya tersebut. Hanya berawal dari permainan itu mereka mengenal satu sama
lain. Laki-laki tersebut bernama Indra.. Angel pada saat itu hanya iseng untuk
bermain game tersebut. Tapi pada saat itu juga dia mengenal Indra. Karena Indra
juga sikap Angel akhir-akhir ini berunah menjadi lebih sopan dan lebih
menghargai orang lain. Saat ini Angel berkomunikasi dengan Indra hanya melewati
game,social network,ataupun sms dan terkadang mereka juga ngobrol melalui
telfon atau janjian untuk bertemu. Dari yang Angel ketahui, Laki-laki tersebut
berumur 20 tahun dan tinggal di daerah Jakarta Selatan. Tetapi karena laki-laki
itu sekarang mengejar pendidikan di International University of SM di Tanggerang sehingga ia memiliki rumah di dekat
universitasnya tersebut.
Tadi saat
selesai makan sebenarnya Angel tidak langsung tidur melainkan ia menelfon Indra
untuk sekedar melepas kangen saja. Tetapi karena memang sudah larut malam dan
besok Angel harus sekolah maka dari itu terpaksa Angel menutup telfonnya itu
dan bersiap-siap tidur.
Pintu kamar
Angel telah diketok-ketok oleh Bik Sari sembari teriak agar Angel segera
bangun. Dengan malasnya Angel bangun dari tempat tidurnya lalu membukakan pintu
kamarnya tersebut. Angel lupa bahwa hari ini adalah hari pertama masuk sekolah
seetlah liburan lebaran kemarin. Dengan cekatan Angel langsung berlari
mengambil seragam lalu langsung menuju kamar mandi. Kurang lebih 10 menit Angel
selesai mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Saat sampai di meja makan
pun ia hanya mengambil sehelai roti dan meneguk susunya sedikit. Selanjutnya ia
mencium Mom dan Dad.
Angel adalah
siswa YG International High School. Sekolah tersebut adalah sekolah terbaik di
wilayah sekitarnya. YG International High School memang berbeda dengan
sekolah-sekolah lainnya. Sekolah ini tidak mengajarkan seperti mata pelajaran
biasa tetapi sesuai dengan minat dan bakat siswa/siswi tersebut. Maka dari itu
hanya kalangan atas yang bisa masuk ke dalam lingkungan sekolah tersebut.
Setibanya disekolah, Angel melihat
sahabatnya Rachell sehingga ia langsung berlari kearagnya. Mereka berdua sudah
berteman sejak mereka TK dan selalu bersama. Maka tidak heran bila mereka
selalu bersama. Rachell adalah anak rekan kerja Dad juga. Rachell memiliki mata
coklat keemasan dan memiliki rambut Coklat yang lurus sepinggang dengan tinggi
167 cm. Sedangkan Angel memiliki mata biru terang dan rambut coklat ikal
sepunggung dengan tinggi 170 cm. Mereka berdua mempunyai kulit yang bisa
termasuk putih walaupun Angel memiliki hobi bermain basket.
“Hi .. This morning I was very tired”
Angel berkata ke Rachell sampai mengelap keringatnya yang bercucuran.
“Why do you look so messy today?”
Lalu dengan sigap Rachell pun mengambil tissue di tasnya untuk diberikan kepada
Angel.,
“I just woke up late this morning”
Jawab Angel dengan senyumnya yang khas. Mereka pun lalu bergegas untuk masuk ke
kelas mereka berdua.
2 Sahabat ini
memang menjadi primadona di YG International High School. Bukan hanya karena
mereka berdua memang penyumbang donatur terbesar di sekolah tersebut, Tetapi
karena prestasi-prestasi yang mereka buat dalam bidang akademik maupun
nonakademik. Angel sering membuat prestasi dibidang non akademik sedangkan Rachell
sering membuat prestasi dibidang Akademik. Sehingga mereka berdua memang bisa
saling membantu satu sama lain.
Tahun ini Angel genap berumur 17
Tahun. Angel dari dulu telah menyiapkan rencana bagaimana pesta ulang tahunnya
yang ke 17 ini. Ia juga tidak lupa untuk mengundang Indra. Laki-laki pujaan
hatinya yang dikenal hanya dari sebuah game. Tetapi dua minggu sebelum ulang
tahunnya adalah hal yang terburuk. Saat Pesta ulang tahunnya sudah tersusun
dengan rapi bahkan bisa dibilang perfect sebuah masalah muncul.
Saat itu makan Angel,Mom,dan Dad
sedang makan bersama seperti biasa. Pada saat itu Angel ingin mengenalkan Indra
laki-laki pujaan hatinya nya kepada Mom dan Dad. Tetapi, Mom dan Dad mempunyai
rencana lain. Pada hari itu juga Mom dan Dad akan membicarakan masalah
perjodohan yang dulu sempat ingin dibicarakan sekarang.
“Mom,Dad.. Ada yang ingin Angel
bicarakan..” Angel membuka pembicaraan diantara mereka.
“Iyah sayang? Apa yang ingin kamu
bicarakan kepada Mom dan Dad?” Kata Mom perlahan.
“Ehm.. Mom,Dad.. Angel ingin
mengundang seorang yang special di hati Angel.. Akhir-akhir ini Angel sering
berkomunikasi dengannya dan Angel merasa nyaman dengannya. Maka dari itu pada
saat ulang tahun Angel nanti, Angel ingin mengundang dia.. Please Mom,Dad” Angel
memohon agar Mom dan Dad menyetujui itu semua.
Tapi ternyata jawaban Mom dan Dad
sangat jauh dari yang diharapkan. Mereka berdua menentang keras itu dan memberi
tau Angel bahwa saat ulang tahunnya itu akan diumumkan perjodohan antara
dirinya dan anak rekan kerja Dad.
“Apa-apaan ini? Aku sudah dewasa
Dad! Angel bisa menentukan mana yang terbaik untuk Angel sendiri! Angel tidak
setuju dengan perjodohan ini!” Bantah Angel kepada Dad.. Tanpa terasa air mata
nya menetes di pipinya.
“Dad tidak mau tau bagaimana
alasanmu! Pokoknya kamu akan tetap dijodohkan dengan anak dari rekan kerja Dad!
Jelas-jelas dia sudah mapan,dewasa dan pasti lebih baik dari laki-laki
pilihanmu itu!” Tanpa sadar Dad pun membentak Angel.
Angel
pun langsung berlari meninggalkan Mom dan Dad di ruang makan menuju ke kamarnya
sambil menangis. Bik Sari yang melihat kejadian itu berusaha untuk mengejar
Angel yang berlari ke kamarnya. Tetapi pada saat Bik Sari baru saja sampai
dilantai atas, terdengar pintu kamar Angel yang sengaja dibanting olehnya. Bik
Sari pun tidak jadi kesana dan langsung turun ke bawah lagi karena mengerti
bahwa Angel mungkin ingin menyendiri dahulu.
“Aku benci
hidupku!” kata Angel sambil menutupi mukanya ke bantal.. Angel tak menyangka
bahwa Dad akan membentaknya seperti itu. Ini adalah pertama kalinya Dad
membentak Angel.
8 December!!
Hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Angel tetapi sekaligus hari yang paling
Angel benci. Hari dimana ia memasuki umur 17 tahun dan juga hari dimana Mom dan
Dad akan mengumumkan perjodohan ini. Angel sudah pasrah akan perjodohan ini.
Sekeras apapun ia menolak, Dad pasti akan lebih keras untuk memaksanya.
Angel berdiri di
depan cermin dan melihat dirinya di pantulan cermin itu. Angel bagaikan putri
raja dari kerajaan seperti di dongeng-dongeng yang dulu sering ia baca ketika
Angel masih kecil. Tapi dibalik itu semua ada kesedihan yang terselip di
hati,pikiran maupun senyumnya. Ia masih berharap bahwa Indra akan datang ke
pesta ulang tahunnya ini. “I hope today's a perfect day for me” Angel berkata
seperti itu sambil memakai kalung pemberian dari Indra pada saat pertama kali
mereka bertemu.
“Non Angel,
Bapak dan Ibu mencari Non dibawah”
“Iyah Bik, Angel segera turun
kebawah” Setelah mendapat jawaban, Bik Sari lalu pergi meninggalkan Angel
dikamar.
“Mom,Dad” Sapa
Angel saat ia turun ke bawah.
“Hai my little
Angel. You look so beautiful” Gumam Mom saat melihat Angel.
“Thanks Mom”
Jawab Angel sembari melihat-lihat sekelilingnya seperti mencari seseorang. Dan
memang Angel mencari seseorang yang ia harap datang yaitu Indra!
“Rachell!! I
guess you didn’t come tonight” Seru Angel ketika melihat Rachell datang.
“How could I not
come in my own best friend's birthday” Rachell mencubit pipi Angel dengan
gemas. Rachell memang senang sekali mencubit pipi Angel yang termasuk kategori
chubby sehingga kadang membuat Angel tertawa.
“Angel! Bukankah
itu Indra? Mengapa dia bisa ada disini?” Rachell menarik Angel hingga Angel
hamper jatuh.
“Oh My God! Itu
memang Indra. Bagaimana bila Dad tau dia disini?”
“Don’t worry.
This would be fine!” Rachell berusaha menenangkan Angel yang panik tingkat
tinggi.
“Para hadirin
sekalian, Terima kasih telah menyempatkan datang ke acara pesta ulang tahun
anak saya Magicia Angela Viora Lylac yang telah memasuki umur 17 tahun ini” Dad
mengawali acara ini dengan menyambut tamu-tamu Dad terlebih dahulu.
“Pada saat ini
juga saya akan mengumumkan tentang perjodohan anak saya ini dengan anak rekan
kerja saya.” Dad lalu mempersilakan rekan kerja Dad beserta anaknya untuk maju
kedepan. Angel terlihat sangat bingung termasuk juga Rachell. Karena yang maju
kedepan adalah tak lain dan tak bukan itu Indra beserta rekan kerja Dad.
“What? Mengapa
Indra maju kedepan? Apa yang akan selanjutnya terjadi ini” Angel bergumam dalam
hatinya yang sangat cemas.
“Perkenalkan ini
adalah rekan kerja saya Bimo Susanto dan anaknya Nathaniel Ferreri Indra
Raditya yang akan saya jodohkan dengan anak saya satu-satunya ini” Kata Dad
sambil memegang tangan Angel dan Indra.
Angel masih
tidak bisa percaya. Apakah benar orang yang dijodohkan oleh Dad adalah Indra
yang selama ini menjadi pujaan hatinya itu. Ia memang tau bahwa Indra adalah
seorang anak pengusaha di Jakarta. Tetapi ia tidak menyangka bahwa Indra adalah
anak rekan kerja Dad.
Sedangkan Indra malahan
tersenyum-senyum melihat tingkah Angel yang kebingungan tersebut. Indra memang
sudah tau bahwa ia akan dijodohkan dengan Angel ketika ayahnya Indra
memperlihatkan fotonya Angel kepadanya. Maka dari itu Indra terlihat
biasa-biasa saja.
Setelah Dad
selesai memperkenalkan kami didepan tamu-tamu yang hadir, Indra menarik tangan
Angel dan mengajaknya ke taman belakang rumah. Angel yang masih bingung hanya
mengikuti saja kemana Indra akan membawanya. Setelah mereka sampai, mereka
berdua saling bertatapan satu sama lain.
“Angel, It's me
Indra you know of that game. You aren't the wrong person anyway” Kata Indra
sambil memegang tangan Angel.
“It is you? Why
you don’t tell me that you are the one who paired with me??” Angel tertunduk
sambil menahan tangisnya.
“Sorry. I just
want make a surprise for you. Don’t cry Angel” Indra memegang muka Angel dan
mengelap air mata yang menetes di pipinya yang mungil itu.
“Im very happy to
know that it's true you Indra” Angel melihat Indra sambil tersenyum. Senyuman
khas Angel yang ditunggu oleh Indra dari tadi.
“Me too” Indra
lalu memeluk Angel dan pada saat itu juga muka Indra sudah sangat dekat dengan
muka Angel sehingga ia secara tidak sadar menutup matanya dan tiba-tiba bibir
Indra menyentuh bibir Angel.
Duarr!! Duar!!
Kembang api pun menghiasi langit-langit disekitar rumahnya. Angel sangat merasa
bahagia terutama karena ia telah bersama dengan Indra. Laki-laki yang memang
telah dicintainya sejak lama.
-The End-